RIN AND KAKASHI WITH OBITO

Di sebuah ruangan dalam rumah terlihat sesosok gadis muda menangis tersedu-sedu dengan mata memerah. Tampak dari raut mukanya jika ia sangat sedih. Di sekelilingnya hanya nampak ada beberapa botol sake saja yang hanya tinggal setengah botol. 
"Obito.. Kenapa kau harus pergi secepat itu.. Hiks Hikks.." 
Dalam tangisan yang tersedu dia masih sempat menenggak sake yang ada ditangannya. 
Took Took.. Tokk..
"Rin.. Apa kau ada didalam?" 
Seseorang tampaknya sedang mengetuk pintu rumah mencari gadis bernama Rin.
Namun gadis itu tak menghiraukan suara orang yang memanggilnya. Entah karena terlalu sedih sehingga tak mendengar suara orang diluar sana atau karena kebanyakan minum sate dan jadi bolot. 
"Aku masuk.." 
Ngeeeek.. Pintu terbuka dan masuklah sosok orang yang selama ini dikenalnya, Kakashi. 
"Rin..Apa yang kau perbuat!" kagetnya menyaksikan rin tengah frustasi dan mabuk berat. 
Segera kakashi menghampiri rin lalu menyingkirkan botol-botol sake dari hadapannya. Tapi saat botol terakhir hendak dipindahkan rin mencoba mempertahankannya dengan memegang tangan kakashi. 
"Jangan.. Biar aku habiskan semuanya.." ucap rin 
Bruuuk.. Pyaak! Akibat berebut botol itu lalu rin terjatuh menindih kakashi dan botol itu pecah. 
"Kakashi.." 
"Rin.." 
Dua insan itu saling berpandangan sesaat menciptakan keheningan. 
"Aku tak bisa merelakan kepergian obito.. Hikks.." ucapnya sambil menangis 
Kakashi menghapus air mata rin. 
"Kau pasti bisa rin.. Obito percaya kalau kau akan bisa merelakan dia pergi meninggalkan kita.." ujar kakashi coba menenangkan rin 
"Kaka..shi.. Emmh" 
Rin dengan cepat mencium bibir kakashi yang berlapis masker tipis diwajahnya. Sontak saja hal tersebut membuat kakashi kaget, antara malu dan mau. Kakashi pun mendorong tubuh rin. 
"Tidak rin.. Bukan seperti ini caranya.." jelas kakashi 
"Lantas bagaimana?? Aku tak mungkin bisa melupakan obito dengan cara yang lain.. Mengertilah, kakashi.." tutur rin 
Kemudian wajah mereka saling berdekatan dan berciuman dengan mesranya. Ellmmh eumhh.. Eeeemhhhh...
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah pindah lokasi disebuah kamar dengan posisi rin menduduki tubuh kakashi yang tertidur dikasur. Baju yang melekat ditubuhnya pun sudah tercopot, hanya meninggalkan Bra dan Celana Dalam ungu milik rin. Sedangkan kakashi memakai Celana Dalam warna hitam. 
"Kakashi.. Bantulah aku melupakan obito" pinta rin dengan muka melas 
Tangan gadis itu menyelusup ke celana dalam kakashi dan meraba-raba isinya. Digenggamnya batang kontol kakashi dan dielus-elusnya benda tersebut.
"Mh..Rin.. Aku pasti akan membantumu" jawab kakashi 
Mata kakashi memandangi wajah rin yang cantik dan imut serta terlihat lugu seperti kebanyakan gadis seusianya. Pandangan kakashi makin kebawah mengarah ke payudara rin yang masih dalam tahap perkembangan itu. 
"Besar juga milik kamu rin.." 
Tangan kakashi langsung meraih payudara milik rin dan memutar-mutar telapak tangannya diatas tonjolan daging itu. Membuat rin mendesah lirih. 
Mmmssh sssh.. 
Tak ingin kecurian start, gadis itu dengan cepat mengocok batang kejantanan kakashi yang masih ada disangkarnya hingga membuat kontolnya makin membesar saja. 
"Sssh auuh.. Bisakah kau pelankan kocokanmu rin?" pinta kakashi 
Tapi apa yang terjadi? Rin justru menggenggam erat kontol kakashi dan membuat lelaki itu mengaduh kesakitan. Mengetahui hal itu rin hanya tersenyum saja. 
"Hentikan kakashi.." 
Pun kakashi segera menghentikan permainannya pada payudara rin. Lantas gadis itu mencopot sisa pakaian yang masih melekat ditubuhnya hingga tak ada lagi sehelai benang tersisa ditubuhnya. 
"Jangan lihat kakashi.." ucap rin, mukanya memerah. 
Gadis itu menutupi kemaluan dan payudara menggunakan tangannya. Rupanya dia masih malu memperlihatkan benda keramatnya. 
"Ayolah rin.. Tak apa kok. Jangan malu seperti itu.." bujuk kakashi 
"Tapi kakashi, aku.." 
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya kakashi segera menarik tangan rin dan membuatnya terjatuh diatas tubuh kakashi. 
"Kakashi.."
 Euuumhh.. Auulm..Elllmmmff.. Mmhh.. 
Rin langsung mencium dan melumat habis bibir kakashi. Langsung saja kakashi pun membalas perbuatan rin..Aauuuoomh..Mmmh.. 
Tidak ingin membuang waktu, kakashi pun kembali memainkan payudara rin. Diremas-remasnya benda keramat rin itu sambil sesekali mencubit putingnya sampai membuat rin menggelinjang kegelian. Tubuh rin terus saja bergerak-gerak mengikuti permainan lidah dan remasan kakashi terhadap payudaranya. Beberapa saat kemudian kakashi menjepit puting rin yang masih cerah itu disela jarinya lalu menariknya secara terus menerus. 
"Mmmhsssh.. Uuwmmmh.." desah rin 
Cluuupph! Rin dan kakashi menyudahi percumbuannya. Mereka mengubah posisi, kini kakashi berada diatas tubuh rin. 
"Masukan kakashi.. Aku ingin segera menikmati rasanya kontol kamu" 
Rin membuka lebar pahanya agar kakashi dapat mengarahkan kontolnya kedalam memek rin. 
"Tunggu rin.." kata kakashi 
Kemudian lelaki itu mengarahkan kepala ke memek rin yang memiliki bulu lebat tapi rapi. Dijilatinya memek itu dan juga mengemutnya. 
Ellm elm elmmh.. Euullmffh elm elllmmm.Auuummh...
 "Awww kakashi..Ah.. Geliiii.. Mmmh" desah rin 
Seeeeeerrr.. Rin mengeluarkan cairan dari memeknya dan mengenai mulut serta hidung kakashi. 
"Hoosh hah hah hssh ah.." 
Rin memejamkan mata, nafasnya terputus-putus. Kakashi tahu jika gadis itu tengah menikmati orgasmenya. Sementara rin masih nge-fly, kakashi dengan cepat melepas celana dalamnya dan tampaknya batang kejantanan milik kakashi dihadapan rin. 
"Gleggkk.." 
Rin bengong dan menelan ludahnya sendiri menyaksikan kontol kakashi yang besar dan panjang. Ia khawatir jika memeknya akan terkoyak lebar dengan kontol jumbo milik kakashi yang akan memasukinya. 
"Kau siap rin..?" tanya kakashi 
Dia hanya mengangguk, tanda telah siap. Kemudian kakashi mengangkat kaki rin dan menaruh dipundaknya. Tangan kakashi memegangi kontolnya dan mengarahkan benda itu memasuki memek rin. 
Sruut.. Sruuut.. 
Berkali-kali kakashi gagal memasukan kontolnya ke memek rin lantaran ukurannya yang terlalu besar sedangkan memek rin terlihat sangat kecil dan sempit. 
"Shiiit! Susah sekali rin.." keluhnya.
Melihat lawan ngeseknya kesusahan rin pun membantunya. Dia membuka lebar bibir memeknya dengan kedua jari tangannya. 
"Ayo kakashi.." 
"Baiklah rin.. Aku datang!" 
Kakashi tak ingin menunggu lama. Dia kembali mencoba memasukan kontolnya kedalam memek milik rin. Sluuup.. 
"Mmmmhhh" desah rin sembari memejamkan matanya 
Kali ini kepala kontol kakashi sukses tanpa hambatan memasuki lubang memek rin. 
Sluuuup.. Sluuuup.. Berulang kali kakashi memaju mundurkan batang kejantanan miliknya itu di memek rin. Ia sadar jika rin masih perawan karena kontolnya kesusahan masuk secara keseluruhan didalam liang surgawi rin. 
Blesssh Blessh .. Cruuuukkk.. Bleeeeeeessh!! 
"Aaaaauuuch oooh sakiiit!! Ah stoop.." rintih rin, tangannya memegang bantal dengan erat. 
Setelah beberapa percobaan akhirnya kontol kakashi berhasil menembus memek rin, darah segarpun keluar dari memek rin akibat selaput keperawanan miliknya yang robek terkena kontol kakashi. Gadis muda itu hanya dapat merintih menahan sakit sedangkan kakashi justru sangat menikmati moment tersebut. Dia membiarkan kontolnya terbenam dilubang memek rin dan merasakan remasan serta pijatan otot kewanitaan rin pada kontolnya. Setelah itu kakashi baru mengeluar-masukan kontolnya dengan perlahan untuk mulai mengocok memek rin. 
Sluuurpk..Sleep..Sluupk.. 
"Ah auh ah kakashi stooop.. Sakit.. Ah sakiiiiit!!" 
Rintihan rin makin menjadi-jadi. Namun tanpa ia sadari pinggulnya mulai bergerak-gerak mengikuti permainan kakashi. 
"Hm.. Tenanglah rin.. Nanti juga hilang sakitnya.." bujuk kakashi Cluupk 
Clepk Clepppk..Sluup.. Lelaki itu terus saja mengocokan kontolnya didalam memek rin meski gadis itu sudah merintih kesakitan. Air mata pun keluar dari matanya, namun kali ini kakashi hanya melihatnya saja. 
Kakashi lalu merebahkan badan diatas tubuh rin, kini ia membuka maskernya dan mulutnya menyasar payudara rin yang lumayan besar ukurannya. 
Hap! Aoooouumh..Mmhhfff..Mmffp..Auumh.. Mulut kakashi mencaplok kedua payudara rin secara bergantian tanpa menghentikan aktivitas kontolnya.
Tak luput juga dia menggigit serta menjilati puting rin dan membuat gadis itu menggerak-gerakan tubuhnya. Secara perlahan sakit yang dirasakan rin tadi menghilang, kini hanya rasa nikmat dan enak yang terasa. Rintihan penderitaan kini juga berubah jadi rintihan nikmat. 
"Eeenngg.. Auwh ah.. Teruss..Teruss..Awwh" rintih rin
 Kakashi pun makin bersemangat mengerjai memek dan payudara rin. Kontolnya makin cepat keluar masuk di memek rin. Cleppk Cleppk Cleppk..Cleeepk Clep..
 "Eeeuuungh! Sluuuurpppp.."
Iseng-iseng kakashi pun menghisap puting payudara rin hingga membuat gadis itu menggelinjang kegelian. 
"Aw ah nakal!" ketus rin sembari menjitak kepala kakashi 
Merasa puas bermain dengan gaya konvesional seperti itu lantas kakashi menghentikan kegiatannya dan berdiri sambil membenarkan posisi masker yang tadi dilepasnya. 
"Rin.. Menungging ya.." pinta kakashi 
Gadis itu seperti dihipnotis, ia pun menuruti perintah kakashi. Rin menungging dihadapan kakashi dengan kepala menindih bantal. 
"Kakashi.."
Rin menggoyangkan pinggulnya sembari melihat kebelakang. Kelihatannya gadis itu sudah sangat ingin memeknya kembali ditusuk kontol kakashi. 
"I Come.." 
Kakashi mengarahkan kontolnya ke memek rin dari belakang. 
Cluuuup Bleeeeessh..! Cruupppk.. Kali ini tanpa hambatan yang berarti kontol kakashi sukses masuk didalam memek rin.
 "Aaaaw Auuch.. Yeeessh ah.." 
Mata rin dan kakashi sama-sama terpejam. 
"Enak bangeet remasan memek kamu rin..Oh god! Fuck this girl!" racau kakashi 
Perlahan tapi pasti kontol kakashi mengocok memek rin dalam doggy style ini. Liang surgawi itu seperti makin mencengkeram kuat benda yang memasukinya. Ditambah lagi kini rin sudah berani menggoyang pinggulnya maju mundur menerima kocokan kontol kakashi. 
"More..Moreee..Ah ah ah kakashi.. Lebih dalammmh ah" desah rin 
Menuruti keinginan rin, kakashi pun kian mengocok kontolnya dengan cepat dan tanpa aturan pasti. 
Cluupk Clup Cluuup..Cruuup Cruupk Bluushk.. 
"Yaaaikkh..Nngh ah au ah.. Ini terlalu cepat..Ah aku akan keluar kakashi.."
Tapi kakashi tak menghiraukan protes rin. Justru dia makin cepat saja mengocoknya. 
"Auu kakashi.. Aku keluuuaaaaaaaarrr..aaaarrrgh.." lenguh rin 
Rin mencengkeram bantal dengan erat, matanya terpejam dan mulutnya terbuka lebar. 
Cuuuuuurr..Sseeeerrr.. Dari memek rin menyembur cairan yang mengalir melalui pahanya sampai kekasur dan membuat kasurnya basah seperti kena ompol. Melihat lawannya sudah orgasme yang kedua kali, kakashi pun ingin segera mencapai puncaknya. Dia mengocok memek rin dengan sangat  cepat. 
Clup Cluuupk Cluuup Clup Cluuuppk.. 
5 menit berlalu, keringat sudah mengucur deras ditubuh kakashi. Akan tetapi dia belum menunjukan segera klimaks. Bluuupk.. Tak diduga rin yang masih memejamkan mata tuk menikmati orgasmenya merapatkan pahanya. Sehingga kini sensasi yang didapatkan kakashi makin nikmat saja karena lubang memek jadi sempit sekali. 
"Ah wwwh yahhh.. I cuuuummmh!" 
Crot Creeet..Crooooooott.. Kepala kakashi mendongak keatas, matanya terpejam. Dari kontolnya tersembur cairan sperma yang tumpah memasuki rahim rin. Bahkan saking banyaknya cairan itu sampai meluber keluar dari memeknya dan menetes ke paha serta kasur. 
"Ah ah hah ssh ah" 
Nafas mereka berdua terengah-engah seperti habis berlari dari surabaya ke jakarta. Setelah itu kakashi mencabut kontolnya dari memek rin dan mendorong tubuh gadis itu. Kini rin menjadi tengkurap. Kakashi langsung saja menindih tubuh gadis itu dan memeluknya dengan erat.
 "Hah ah..Kakashi.." panggil rin 
"Kenapa?" tanya kakashi 
"Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ini.." kata rin sambil menatap muka kakashi dengan wajah melas 
Dia tak menjawab pertanyaan rin. Tapi malah bengong seperti memikirkan sesuatu. 
"Kakashi!" teriak rin 
"Tentu rin.." jawab kakashi dengan senyuman 
"Enak saja! Kau yang meminta kok aku harus tanggung jawab.." batin kakashi 
Sesudah perbincangan itu kemudian mereka pun tertidur dalam posisi saling berpelukan. 
----Beberapa bulan kemudian--- 
"Rin cepatlah!" kata kakashi 
"Aku sudah tak kuat berlari.." ucap rin 
Sepertinya mereka berdua sedang dikejar sesuatu. 
"Baiklah ayo aku gendong" ujar kakashi 
Rin pun dengan senang hati menaiki punggung kakashi agar bisa digendong. Kemudian mereka melanjutkan pelariannya. 
"Aku hamil 2 bulan kakashi.. Kau harus bertanggung jawab" 
DEGGGH!! Ucapan rin membuat kakashi berhenti berlari. 
"Kau hamil rin!?" tanya kakashi 
"Iya. Kau harus bertanggung jawab.. Karena sekarang aku mengandung anak kita kakashi..Kau-..Egggh.." 
Belum selesai rin bicara tiba-tiba kakashi mengarahkan chidori ke dada rin. 
"Eggh uhhk..Kakashi.." 
Darah pun keluar dari lukanya dengan deras. Dan akhirnya rin tewas ditangan kakashi. 
"Aku tak mau bertanggung jawab! Yang meminta bersetubuh kan kamu rin.. Ciiih!" kata kakashi 
Selanjutnya kakashi meninggalkan rin yang telah tewas dan dia melarikan diri. 

-END-

0 komentar:

Posting Komentar